Esai Literasi

 Nama : M. Ridwan

NIM : 208620600208

Dosen Pengampu : Yeni Sulaiman, M.Pd

UTS Bahasa Indonesia

ESAI

 Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.Gerakan Literasi Sekolah atau GLS adalah sebuah gerakan literasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional. Pada gerakan ini, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil peran pada peningkatan minat baca siswa, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan berperan pada penerbitan buku pendukung bagi siswa yang berbasis kearifan lokal, dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan berperan melalui program Satu Guru Satu Buku. Gerakan Literasi merupakan kegiatan yang bersifat partisipatif melibatkan seluruh Warga sekolah (peserta didik, Guru, Kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas , Komite sekolah, dan orang tua wali murid). Hal ini terkait dengan Pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah bahwa Literasi identik dengan aktifitas Membaca dan menulis mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam Masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan Pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003).Kemampuan Siswa sebagai subjek pembelajar dalam Gerakan Literasi Sekolah Diantaranya kemampuan menentukan, mengidentifikasi , menemukan, mengevaluasi, Menciptakan Informasi secara terorganisir gunamengkomunikasikannya pada tiap Individu untuk berpartisifasi aktif dalam belajar di sekolah dan di masyarakat Gerakan kolaboratif pembelajaran berbahasa di SDN 4 Pandeglang ditekankan dalam Pengefektifan Literasi dengan mewujudkan pembiasaan membaca peserta didik dalam Waktu 15 menit membaca mampu mengarahkan pengembangan belajar pada tahap Keterampilan reseptif, produktif maupun responsif Siswa. Pembelajaran berbahasa, pada Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan di SDN 5 Pandeglang bertujuan untuk meningkatkan Kemampuan Literasi tiap peserta didik Melalui cara dan teknik pengajaran yang dilaksanakan Guru dalam memanfaatkan Sumber daya yang ada untuk budaya Literasi di SDN 1 Pandeglang. Sekarang di era modern ini di era globalisasi ini di era 4.0 banyak komunitas atau organisasi yang menggerakkan literasi dikarenakan di zaman sekarang literasi sedikit demi sedikit akan punah karena digerus oleh globalisasi. Contohnya seperti program kerja dari gerakan mengajar desa yang dimana setiap desa memiliki perpustakaan mini untuk tidak menghilangkan budaya literasi di kalangan anak-anak karena anak-anak adalah generasi pelurus bangsa Indonesia perlu yang adanya literasi, program literasi ini sangat minim di kalangan sekolah apalagi beberapa sekolah tidak menerapkan yang di mana sebelum pembelajaran dimulai seharusnya 15 menit 20 menit sebelum pembelajaran literasi di mulai entah itu membaca buku entah itu membaca Alquran. Zetizen Banten pernah membuat suatu program literasi weekend day yang di mana setiap hari Sabtu dan Minggu kita ke tempat-tempat olahraga ataupun tempat-tempat yang dimana banyak anak-anak yang berkunjung untuk liburan namun kami memasuki tempat tersebut untuk anak-anak tidak hanya liburan ada positifnya yaitu literasi dari beberapa banyak organisasi dan volunteer kita bisa menyimpulkan bahwa kita sedang memerangi budaya literasi dikalangan Indonesia perlu adanya penggerak entah kita atau organisasi ataupun masyarakat untuk menyadarkan bahwa literasi itu penting perlu adanya kerjasama antara desa dan masyarakat untuk lebih mengetahui lagi pentingnya itu literasi jangan sampai anak pelurus bangsa tidak paham dengan jendela dunia. Ayo kita bangun literasi entah itu di kalangan masyarakat ataupun di orang sekitar kita kasih itu sangat penting untuk mengetahui begitu banyak apa yang kita tidak ketahui.

Comments